Minggu, 25 Desember 2016

Makalah SIA Proses Bisnis Dalam Produksi



MAKALAH
Proses Bisnis Dalam Produksi

Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas dalam Menempuh
Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi
Oleh Dosen : M.Joharudin, M.Pd.

Disusun oleh :
1. Maulina Harris
2. Dini Oktavia
3. Arief Budiman
4. Rizal Hidayatullah
Kelas : 4.E


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
KOTA CIREBON
2016












KATA PENGANTAR

ﺒﺳﻢﷲﺍﻠﺮﺍﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺍﺤﻴﻢ...
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. karena telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun makalah ini.
Makalah ini kami buat dengan segala kekurangannya, namun dikandung harapan sebagai bahan pembelajaran progam studi Pendidikan Ekonomi karena masalah yang akan di bahas dalam makalah ini mengenai “Proses Bisnis dalam Produksi.”
Karya ini bertujuan untuk memenuhi tugas progam studi Pendidikan Ekonomi.
Demikian yang dapat kami sampaikan, ada pun kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang kiranya membangun sebagai bahan masukan kami dalam menyusun makalah selanjutnya.
Dan kami mohon maaf apabila dalam membuat makalah ini terdapat kekurangan, karena kami menyadari, bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Dan tak lupa pula kami ucapkan terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.

Cirebon,   Desember  2016


Penyusun      

  
           
Daftar Isi

Kata Pengantar......................................................................................................................... i
Daftar isi................................................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan................................................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................................. 2
1.3  Tujuan.................................................................................................................... 2
BAB II Pembahasan.......................................................................................................          3
2.1 Pengertian Bisnis dan Produks............................................................................ 3
2.2 Proses Bisnis Dalam Produksi.................................................................... ......... 3
BAB III Penutup............................................................................................................ ......   8
3.1 Simpulan..................................................................................................... ......   8
Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 






BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Pada era informasi dan globalisasi menyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang begitu pesat dengan tingkat persaingan ketat. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien untuk mempertahankan eksistensinya, sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas yaitu informasi yang akurat, relevan dan tepet waktu sehingga keputusan yang tepat dapat dibuat yang disesuaikan dengan system informasi yang diterapkan di masing-masing perusahaan.
Dengan demikian, pengelolaan system informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.Oleh karena bentuk operasional perusahaan yang beragam, maka sasaran sistem informasi akuntansi juga beragam bentuknya. Misalnya suatu perusahaan manufaktur akan memerlukan sistem informasi akuntansi yang dapat menghasilkan informasi biaya produksi dan besarnya harga jual produk, jenis produk, kuntitas dan kualitas produk, persediaan serta biaya-biaya yang berhubungan dengan produk misal biaya pembelian bahan, biaya transportasi pengantaran, dan sebagainya.
Salah satu bagian penting dalam system informasi akuntansi adalah pada aktivitas pembelian dan persediaan barang perusahaan. Sistem informasi persediaan akan mencatat setiap pergerakan mutasi persediaan mulai dari pengadaan persediaan sampai dengan distribusi persediaan. Dengan demikian system akuntansi persedian akan menjamin bahwa catatan akuntansi perusahaan akan menunjukkan secara akurat setiap mutasi persediaan.
Salah satu penyebab terjadinya kekacauan-kekacauan dalam prosedur akuntansi  adalah lemahnya pengendalian intern pada sistem dan prosedur yang mengatur suatu transaksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka setiap perusahaan perlu menyusun suatu sistem dan prosedur yang dapat menciptakan pengendalian intern yang baik dalam mengatur pelaksanaan transaksi perusahaan.
Lingkup sistem informasi akuntansi adalah memberikan informasi untuk tujuan akuntansi yaitu tujuan eksternal yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh otoritas dan tujuan internal untuk tujuan pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.  Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen ). Untuk tujuan eksternal biasanya didasarkan pada standar yang ditetapkan oleh otoritas. Misal penyajian laporan keuangan untuk publik, sehingga dibutuhkan sistem informasi akuntansi keuangan.
Sebaliknya manajemen sering pula membutuhkan informasi akuntansi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk tujuan tertentu, sehingga dibutuhkan suatu sistem informasi akuntansi manajerial.Dalam pembahasan ini akan di bahas tentang proses bisnis dalam produksi

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan proses bisnis dan produksi ?
2.      Bagaimana proses bisnis dalam produksi ?

1.3  Tujuan
1.      Dapat mengetahui pengertian dari bisnis, proses bisnis, dan produksi
2.      Dapat mengetahui proses bisnis dalam produksi


BAB II
Pembahasan

2.1  Pengertian Bisnis dan Produksi
Bisnis merupakan suatu aktivitas baik dilakukan perseorangan atau kelompok (biasanya kelompok) untuk mencapai sebuah tujuan tertentu (profit = uang). Jadi dapat dikatakan bisnis adalah kegiatan untuk mendapatkan penghasilan. Proses bisnis adalah serangkaian tugas yang paling berhubungan yang melibatkan data,unit organisasi,dan suatu urutan waktu yang logis.Proses bisnis ini dipacu oleh kejadian ekonomi.
Produksi merupakan segala perbuatan atau kegiatan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang ditujukan untuk menambah atau mempertinggi nilai dan guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia.

2.2  Proses Bisnis Dalam Produksi
Pengendalian produksi, pengendalian persediaan, akuntansi biaya, dan akuntansi kekayaan merupakan fungsi yang ada dalam poses bisnis produksi pada peusahaan pemanufakturan. Pada peusahaan nonpemanufakturan, beberapa (jika ada) aktivitas produksi merupakan fungsi yang terpisah. Akan tetapi pada banyak organisasi, fungsi ini menangani persediaan dan mengolah beberapa tipe aktivitas produksi, seperti menjual barang atau jasa. Oleh karena itu, prinsip pengenalian produksi relevan untuk banyak organisasi. Di dalam pengendalian Siklus Transaksi pada Proses Bisnis Produksi ada 4 elemen yaitu:
1.      Pengendalian Produksi
Yakni Sistem Akuntansi biaya yang berfokus pada pengelolaan persediaan pemanufak turan: bahan baku, bahan baku dalam proses, dan barang jadi. Job costing memerlukan sistem pengendalian pesanan produksi. Job costing merupakan prosedur yang harga perolehan didistribusikan ke job khusus atau pesanan produksi. Pada process costing, harga perolehan dikomplasikan dalam proses atau rekening departemen secara periodik. Pada setiap akhir periodik, harga perolehan untuk setiap proses dibagi dalam unit yang diproduksi untuk menentukan rata-rata hrga perolehan per unit. Process Costing digunakan jika tidak memungkinkan untk mengidenifikjasi pekerjaan atau lot produksi sebelumnya. Pengendalian persediaan dan produksi didasarkan pada pemisahan fungsi dan pencatatan dan dokumentasi, seperti pesanan produksi, formulir permintaan material, dan kartu jam kerja karyawan. Pada pengendalian produksi ada 3 proses pengendalian yaitu:
1)   File dan Laporan
Kebutuhan dasar produksi disediakan dengan file/daftar material dan file/daftar operasi master. Daftar Material berisi daftar semua bahan yang diperlukan dan deskripsinya dalam pesanan subperakitan. Daftar Operasi Master mirip dengan daftar material, yang berisi operasi tenaga kerja rinci, urutan pengerjaan dan kebutuhan mesin yang berkaitan dengan pengerjaan tersebut. Ketersediaan sumber daya untuk produksi dikomunikasikan ke fungsi pengendalian produksi dengan menggunakan laporan status persediaan dan laporan ketersediaan faktor. Laporan status persediaan berisi sumber daya dalam persediaan yang tersedia untuk produksi. Laporan ketersediaan faktor berisi ketersedian sumber daya tenaga kerja dan mesin. Dokumen ini merupakan awal dari arus pemrosesan data produksi.
2)   Arus transaksi
Pesanan produksi dijalankan sesuai dengan otorisasi untuk departemen produksi untuk membuat produk. Permintaan material diterbitkan untuk setiap pesanan produksi untuk mengotorisasi departemen pesediaan untuk mengeluarkan material ke departemen produksi. Di dalam alur permintaan material dan pesanan produksi fungsi akuntansi biaya menerima tembusan pesanan produksi langsung dari pengendalian produksi, juga dari departemen produksi ketika pesanan produksi telah selesai. Akuntansi biaya juga menerima tembusan permintaan material dari fungsi pengendlian persediaan dan departemen produksi. Di dalam arus transaksi ini, ada Operasi tenaga kerja yang dicatat pada kartu pencatat waktu kerja yakni rekonsiliasi periodik dari kartu pencatat waktu dengan laporan tenaga kerja produksi. Laporan status produksi merinci pekerjaan yamh telah selesai pada pesanan produksi individual yamh telah dipindahkan melalui proses produksi. Laporan ini digunakan untuk memonitor status pesanan produksi yang belum selesai dan, jika diperlukan, dapat dilakukan revisi pada jadwal departemen produksi.
3)   Akuntansi Biaya
Departemen akuntansi biaya bertanggung jawab untuk mengolah file pencatatan barang dalam proses. Catatan baru ditambahkan pada file ini ketika menerima pesanan produksi yang baru, yang dimulai oleh pengendalian produksi. Setelah pesanan produksi selesai dan barang sudah ditransfer ke persediaan, beberapa dokumen diperbarui. Pengendalian produksi memindahkan pesanan produksi dari file pesanan produksi yang masih terbuka. Pencatatan persediaan barang jadi diperbarui untuk menunjukan ketersediaan produk. Pengendalian produksi juga membutuhkan pembandingan produksi dan analisis dari faktor-faktor yang lain, termasuk biaya yang dianggarkan dengan biaya yang sesungguhnya. Pengendalian terhadap hilangnya persediaan dan pengelolaan level persediaan yang optimal juga merupakan faktor yang penting untuk pengendalian produksi secara keseluruan.

2.      Pengendalian Persediaan
Pengendalian persediaan diwujudkan melalui beberapa pencatatan persediaan dan laporan yang berisi informasi sepeeti penggunaan persediaan, saldo persediaan, dan level maksimum dan minimum dari persediaan. Titik pemesanan ulang merupakan level persediaan yang digunakan sebagai pertimbangan untuk memesan atau memproduksi item tambahan untuk menghindari kondisi tidak memiliki persediaan. Karena tujuan pengendalian persediaan adalah meminimumkan biaya persediaan total, keputusan penting yang dibuat adalah ukuran jumlah dari setiap pesanan yang disebut economic order quantity(EOQ).
Jika EOQ telah dihitung, maka keputusan dapat dilakukan.Bagian penting dari pengendalian persediaan adalah evaluasi perputaran persediaan untuk menetukan umur, kondisi dan status persediaan. Pengendalain khusus dibuat untuk menghapus yang telah kadaluwarsa dan item persediaan. Pengendalian khusus dibuat untuk menghapus yang telah kadaluwarsa dan persediaan yang perputarannya rendah dan membandingkan antarl level persediaan yang telah dibuat. Pengendalian persediaan meliputi metode untuk penanganan dan penyimpanan. Penyimpanan dan penanganan item harus memberikan keamanan terhadap penggelapan, perlindungan terhadap kerusakan, terhindar dari kadaluwarsa dan keyakinan adanya pengendalian yang tepat.



3.      Produksi Just-in-Time (JIT)
Produksi just-in-time (JIT) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan sistem produksi yang komponene diproduksi hanya ketika diperlukan dalam suatu poses operasi. Persediaan dipakai sebagai penyangga pada operasi yang berbeda. Persediaan dikurangi dengan analisis operasi secara hati-hati untuk menghasilkan tingkat produksi yang konstan yang akan menyeimbangkan input dan output pada berbagai tahap produksi. Produksi JIT jiga menekankan pangendalian kualitas. Karena persediaan diminimumkan, produksi yang rusak akan dibetulkan dengan segera jika arus konstan produksi berlangsung terus-menerus.

4.      Aplikasi Akuntasnsi Kekayaan
Aplikasi Akuntansi Kekayaan menyangkut aktiva tetap organisasi dan investasi. Elemen penting dari pengendalian internal yang efektif adalah pemrosesan yang akurat dan tepat waktu dari informasi yang berhubungan dengan aktiva tetap dan investasi. Pemrosesan seperti ini dikerjakan dengan menggunakan aplikasi khusus. Ada empat tujuan dari aplikasi aktiva tetap dan investasi:
ü Untuk mengelola pencatatan yang benar yang mengidentifikasi aset dengan deskripsi, biaya, dan lokasi fisik.
ü Untuk depresiasi yang benar dan atau perhitungan amortasi untuk tujuan buku dan pajak.
ü Untuk evaluasi ulang asuransi dan tujuan biaya penggantian.
ü Menyediakan laporan bagi pihak manajemen untuk merncanakan dan mengendalikan item aset individual.




















BAB III
Penutup

3.1  Simpulan
Pengendalian produksi,pengendalian persediaan,dan akuntansi kekayaan merupakan proses bisnis khusus dalam perusahaan pemanukfaturan.Proses bisnis pengendalian produksi merencanakan dan menjadwalkan produksi dan menerbitkan pesanan produksi untuk mengotorisasi aktivitas produksi.
Pengendalian persediaan dilakukan melalui serangkaian pencatatan dan pelaporan yang menyediakan informasi mengenai penggunaan persediaan dan neraca persediaan. Proses bisnis akuntansi kekayaan menangani aktiva tetap perusahaan dan investasi.Aplikasi akuntansi kekayaan mengelola pencatatan dan mengidentifikasi aktiva tetap perusahaan dan investasi,menyediakan depresiasi dan atau amortisasi yang tepat untuk tujuan pembukuan dan pajak,menyediakan informasi untuk tujuan asuransi ,dan informasi untuk manajemen mengenao penggunaan dan ketersediaan aktiva dan investasi organisasi.














DAFTAR PUSTAKA














1 komentar:

  1. KISAH CERITA SAYA SEBAGAI NAPI TELAH DI VONIS BEBAS,
    BERKAT BANTUAN BPK Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum BELIAU SELAKU PANITERA MUDA DI KANTOR MAHKAMAH AGUNG (M.A) DAN TERNYATA BELIAU BISA MENJEMBATANGI KEJAJARAN PA & PN PROVINSI.

    Assalamu'alaikum sedikit saya ingin berbagi cerita kepada sdr/i , saya adalah salah satu NAPI yang terdakwah dengan penganiayaan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 Tahun 8 bulan penjara, singkat cerita sewaktu saya di jengut dari salah satu anggota keluarga saya yang tinggal di jakarta, kebetulan dia tetangga dengan salah satu anggota panitera muda perdata M.A, dan keluarga saya itu pernah cerita kepada panitera muda M.A tentang masalah yang saya alami skrg, tentang pasal 351 KUHP, sampai sampai berkas saya di banding langsun ke jakarta, tapi alhamdulillah keluarga saya itu memberikan no hp dinas bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum Beliau selaku panitera muda perdata di kantor M.A pusat, dan saya memberanikan diri call beliau dan meminta tolong sama beliau dan saya juga menjelas'kan masalah saya, dan alhamdulillah beliau siap membantu saya setelah saya curhat masalah kasus yang saya alami, alhamdulillah beliau betul betul membantu saya untuk di vonis dan alhamdulillah berkat bantuan beliau saya langsun di vonis bebas dan tidak terbukti bersalah, alhamdulillah berkat bantuan bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum beliau selaku ketua panitera muda perdata di kantor Mahkamah Agung R.I no hp bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum 0823-5240-6469 Bagi teman atau keluarga teman yang lagi terkenah musibah kriminal, kalau belum ada realisasi masalah berkas anda silah'kan hub bpk Dr. H. Haswandi ,SH.,SE.,M.Hum semoga beliau bisa bantu anda. Wassalam.....

    BalasHapus